STRATEGI BARACK OBAMA MEMENANGKAN PEMILU 2009
Tumpuan harapan kandidat berkulit hitam melawan bekas ibu negara. Duel Barack Obama versus Hillary Clinton merupakan sasaran empuk bagi media. Partai Demokrat yang masih harus menentukan calon presidennya dalam pertarungan yang telah berlangsung berbulan-bulan, memastikan dirinya sebagai pusat perhatian warga Amerika. Tapi kenyataan ini tampaknya akan berubah cepat, pasalnya Partai Republik telah menetapkan John McCain sebagai kandidatnya. Ini merupakan ancaman bagi Partai Demokrat.
Barack Obama mempunyai strategi yang unik,karena salah satu strategi tersebut adalah strategi Obama menggunakan media baru di Internet.Ini merupakan sebuah terobosan baru di dunia Internet, yang memungkinan pemilik situs web dan audience-nya (termasuk pengunjungnya), serta sesama audience, saling berinteraksi satu sama lain membentuk sebuah jaringan sosial di dunia maya. Web 2.0 adalah tempat di mana audience bisa mengungkapkan pendapatnya sebebas mungkin.
Obama — yang memang disukai anak muda — tahu betul memanfaatkan media yang sedang digandrungi anak muda di AS, yang merupakan segmen pemilih terbesar untuk pemilihan presiden AS. Myspace, Facebook,Youtube serta online social networking lainnya, menjadi tempat nongkrong ABG di negeri Paman Sam. Itu sebabnya, situs resmi Obama dilengkapi dengan hampir semua fasilitas yang ada di situs social networking.Senjata rahasia adalah Blue State Digital, senjata rahasia Obama. Hanya dengan biaya jasa konsultasi dan pelayanan lainnya sebesar 1,1 juta US dollar, Obama mampu menggalang dana sebesar $200 juta lewat online, 2 juta dukungan lewat telepon dan ada 850.000 pengunjung setiap harinya yang mengeklik situs barackobama.com serta 50.000 kali acara kampanye Obama digelar [berita dilansir oleh BusinessWeek 16 Juli 2008]. Dan yang terpenting, ia mengalahkan istri mantan Presiden, Hillary Clinton yang kalah dan meninggalkan banyak hutang untuk dana kampanye yang dihabiskan.
BarackObama.com bukan hanya menyajikan informasi yang up-to-date , baik dalam bentuk videos, photos, ringtones, widgets, maupun info kampannya, yang membuat pendukungnya ingin selalu berkunjung ke situsnya. Lebih dari itu, barackobabma.com dilengkapi dengan jaringan sosial untuk kampanye di mana para pendukungnya bisa membuat blog mereka masing-masing sesuai dengan isu yang diusungnya, mengusulkan rekomendasi kampanye, bahkan membuat situs mini untuk menggali dana kampanye, mengelola kegiatan, bahkan menggunakan phone-bank widget. Partisipasi sosial masyarakat menggunakan media Internet dalam Kampanye CaPres AS 2008 merupakan contoh trends yang sedang berjalan saat ini. Bila dalam Kampanye CaPres 2004 di AS digunakan Kehadiran Web secara statis, maka dalam tahun 2008 dipakai Kehadiran Web 2.0 yang dinamis (Web 2.0 Presence), dimana selain info tentang CaPres yang statis, juga ada proses partisipasi social masyarakat melalui networking di Internet, Blogs, Situs Socio-Video, embedded Widgets dan lain-lain lagi yang mampu menjangkau jutaan pemirsa/voters dalam waktu sangat singkat!
Web 2.0 Viral marketing Strategy Barack Obama yang berhasil adalah sbb:
1.Membuat Situs web my.BarackObama.com
2.Mengisi konten Streaming Video “Yes We Can” di Situs Web tersebut diatas.
3.Menyarankan para pendukungnya membuat Blog di Facebook dan MySpace, dan mengisi dengan konten Streaming Video “Yes We Can” dari Obama agar dilihat masyarakat (Viral Marketing – jumlahnya meningkat secara exponensial).
4.Melalui Situs my.BarackObama.com, dibangun Komunitas Blogs para pendukungnya.
5.Mengisi Blogs para pendukungnya dengan berbagai aktivitas bersama, a.l. Pengumpulan Dana, saran, pendapat dan dukungan kepada kandidat CaPres, komunikasi antar pendukung, dsb.
Di Era Masyarakat Informasi ini, peran diskusi interaktif yang intelligent melalui Komunitas Blog para pendukung Barack Obama merupakan sebuah langkah yang strategis untuk mengisi pikiran (mind) para pendukungnya untuk lebih mantap lagi selaku calon voters dalam Pemilu AS tahun 2009. Kesimpulannya, melalui sarana dunia maya ini, Barack Obama akan menjadi pemenang dalam perebutan “pikiran” atau “mind” pemilih (voters) Amerika Serikat.
Sebelum mengeksplorasi elemen-elemen teknis tentang communication skills yang telah diperagakan oleh Obama, tampaknya ada dua karakter dasar yang sejauh ini amat membantu dirinya menjadi sang komunikator ulung. Obama adalah seseorang dengan pribadi yang hangat, santun, dan selalu berpenampilan kalem. Ia nyaris tak pernah memperlihatkan sikap agresif dan menujukkan mimik muka yang terkesan “merendahkan” orang lain. Sebaliknya, ia selalu menawarkan aura kehangatan, rasa hormat pada mitra bicara, serta mampu menampilkan sosok yang tenang dan persuasif. Karakter semacam ini tak pelak, telah mampu menumbuhkan simpati orang lain bahkan sebelum ia mengeluarkan sepatah kata pun. Associated Press menyimulasikan pertarungan Obama-McCain dan Clinton-McCain. Kemenangan Obama itu karena ia mendapat dukungan dari kelompok pria, minoritas dan moderat. Sedangkan Clinton tidak lebih baik ketimbang Obama dalam meraup dukungan dari dua kelompok yang selama ini menyokongnya, perempuan dan kulit putih. Mundurnya Mitt Romney dari pertarungan di kubu Republik membuat McCain menjadi figur terkuat untuk calon presiden dari partai itu. Sedangkan Obama dan Clinton masih sibuk dalam pertarungan yang mungkin butuh waktu berbulan-bulan sebelum dipastikan siapa pemenangnya.Dalam jajak pendapat AP itu, Clinton mendapatkan 46 persen sedangkan McCain 45 persen. Sedangkan Obama memperoleh 48 persen dan McCain hanya 42 persen. "Kami membawa masuk para pemilih yang selama ini belum memberi kesempatan pada Demokrat," kata Cornell Belcher, pendukung Obama, tentang dukungan yang datang dari kelompok independen.Mark Penn, ahli strategi Clinton, menyinggung soal dukungan dari kelompok perempuan dan Hispanik. "Hillary Clinton mempunyai sebuah koalisi pendukung yang bisa mengantarnya memenangkan pemilu," kata Penn. Soal dukungan dari pria dalam melawan McCain, Obama lebih baik daripada Clinton. Obama unggul 9 poin dalam perebutan dukungan pria usia di bawah 45 tahun atas McCain. Namun melawan Clinton, McCain unggul 7 poin.
Dalam pemilu ini memang Barack Obama mempunya potensi dan stategi yang sangat terkonsep.
Keberhasilan Obama mengumpulkan sumbangan lewat internet ini mempunyai dampak langsung yang positif pada ketegaran posisi politiknya. Dengan tersebarnya sumber dana, tidak ada pihak politik yang mempunyai claim hutang budi. Jadi Obama kalau menang bisa memilih wakil presiden sesuai dengan kepentingan dukungan rakyat, dan bahkan bisa memilih pejabat kabinet tanpa terpengaruh sumbangan kampanye yang telah mensukseskan dia menjadi Presiden.
Posisi Obama yang independen ini mungkin bisa lebih kuat lagi oleh kemampuannya menarik dukungan lintas golongan. Selain keberhasilan dia didukung pihak diluar kulit hitam, juga ia didukung lintas agama dan bahkan mungkin lintas partai. Sudah mulai orang Republik melirik Obama sebagai calon pilihan. Mc Cain memang orang baik dan sejuk berbeda dengan George W. Bush, tapi sikap dan programnya dalam keamanan dan politik luar negeri masih sama dengan Bush. Hillary Clinton adalah orang yang didukung oleh orang yang partisan Demokrat dan sangat sedikit didukung orang yang biasanya memilih Partai Demokrat. Sebagai catatan, John McCain juga bukan orang yang hanya didukung orang Partai Republik. Yang unik disini adalah bahwa yang kecewa dengan McCain adalah orang yang sangat konservatif, sedangkan orang liberal masih mendukung Obama walaupun program dia tidak jauh berbeda dengan program Clinton.
Sabtu, 17 Januari 2009
Strategi Barack Husein Obama Patut Dicontoh
di
23.31
·
Label: Strategi Barack Obama
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tentang Saya
- H.ADI NUGROHO,ST
- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo Koordinator Jaringan Tani Amanat Kab.Wonosobo Bendahara DPD PAN KAB.WONOSOBO
Labels
Alih Bahasa
SALAM REFORMASI
Saudara saudaraku bergabunglah bersama Partai Amanat Nasional dalam PEMILU 2009
Saudara saudaraku bergabunglah bersama Partai Amanat Nasional dalam PEMILU 2009




0 komentar:
Posting Komentar