Sabtu, 17 Januari 2009

Manajemen Kampanye

·

Manajemen Kampanye :
a. Bencmark poll
Jejak pendapat ‘benchmark’ (tolak ukur) sebuah jejak pendapat yang lengkap dan mendasar. Jejak pendapat tentang citra, tema, dan komposisi para pemilih sebelum mulainya kampanye. Benchmark Poll harus menjadi sebuah petunjuk dasar untuk kegiatan-kegiatan yang akan datang.

b. Cruise Control Strategy
Strategi mengontrol perjalanan, adalah sebuah strategi promosi yang standar. Strategi yang mengorganisasikan aksi-aksi pers, iklan, dan poster selama jangka waktu yang panjang. Strategi ini mengatur agar aksi-aksi tersebut akan tetap tampil seragam, baik dalam bentuk maupun intensitas. Strategi ini penting untuk menyeragamkan penampilan kandidat di muka umum. Penting juga untuk para politisi yang mau tetap menonjol.

c. Debate (strategi Debat)
Strategi Debat saat ini semakin popular untuk merencanakan perdebatan duel di televisi atau di podium antara calon partai tertinggi. Strategi debat merencanakan fase menjelang, selama dan sesudah acara perdebatan.


d. Fast Finish Strategy
Menyelesaikan strategi dengan cepat. Ini adalah sebuah strategi promosi yang standar. Kampanye dimulai dengan diam-diam dan lambat, lalu dipercepat beberapa hari sebelum hari pemilu. Strategi ini cocok untuk kandidat yang sudah terkenal dan sudah mendapat dukungan yang besar. Strategi ini tidak cocok untuk kandidat yang belum begitu terkenal atau tidak popular.

e. Grassroots
Bagian dari kampanye yang berusaha untuk memobilisasi basis politik sebesar mungkin untuk target tertentu. Instrument yang klasik adalah aksi pengumpulan tanda tangan, aksi surat atau kartu pos atau aksi telepon dan email. Aksi ini diharap akan mempengaruhi pendapat pakar politik dalam suatu kampanye.

f. Grasstops
Bagian dari kampanye yang berusaha untuk mengidentifikasi, mengajak, dan memobilisasi para Opinion Leader (pemimpin pendapat) dan fingsionaris di kelompok sasaran. Grasstops ini dianggap menjadi multiplikator.

g. Issues Management
Menemukan, menganalisa dan mengontrol tema-tema yang sedang dibahas di masyarakat umum atau yang akan dijadikan isyu bahasan di masyarakat umum.

h. Monitoring
Mengamati lapangan politik serta perkembangan dan program di tingkat daerah dan provinsi, nasional dan internasional secara sistematis, yang relevan untuk organisasi. Penyelidikan tentang lawan, evaluasi dan penilaian media dan radio juga menjadi bagian dari monitoring.

i. Polling
Jejak pendapat umum yang kuantitatif.

j. Panel survey
Jejak pendapat yang serial. Satu kelompok pemilih akan diobservasi dalam jangka waktu yang cukup panjang. Selama observasi ini dilaksanakan beberapa jejak pendapat untuk menganalisa perbedaan suasana di dalam kelompok pemilih ini secara lebih mendalam.

k. Soundbite
‘Potongan suara’ yang menyampaikan pesan utama kepada umum secara singkat, orisinil dan dramatis. Statement ini biasanya hanya dua atau tiga kalimat dengan durasi maximal 15 detik. Baik untuk digunakan di televisi dan radio atau berita utama Koran.

l. Rapid Responses
Respon yang cepat. Serangan dari pihak lawan akan dibalas secara cepat dengan klarifikasi, penerangan atau dengan serangan balik (counter attack). Persyaratannya adalah penyelidikan tentang lawan yang terus-menerus.

m. Sprint-Strategy
‘Strategi cepat’ adalah sebuah strategi promosi yang standar. Kampanye ini dimulai dengan pembukaan yang semarak dan diakhiri dengan penutupan yang juga semarak. Strategi ini cocok untuk calon yang belum begitu terkenal. Jauh sebelum fase akhir menjelang pemilu, kampanye ini memperlihatkan kehadirannya di muka umum (melalui poster, iklan, dan aksi-aksi pers) selama satu sampai tiga minggu. Begitu pula satu sampai tiga minggu menjelang hari pemilu.

n. Targeting

Setelah mengidentifikasikan target pasar yang penting (disebut ‘segmentasi’). Targeting menentukan kelompok dan distrik-distrik sasaran. Komunikasi dan organisasi dalam kampanye akan dikonsentrasikan pada kelomok-kelompok dan distrik-distrik tersebut.

o. War Room
‘Ruang Perang’ adalah pusat kampanye. Biasanya pusat kampanye dilengkapi dengan beberapa televisi dan komputer dengan akses ke internet untuk mengobservasi dan mengevaluasi secara keseluruhan pemberitaan di media massa. Seluruh jaluran komunikasi berpusat di ‘war room’. Di tempat ini juga bisa diputuskan berbagai reaksi spontan dan cepat atas berbagai kejadian yang aktual.p. Negative Campaigning

Kampanye negatif adalah sebuah taktik yang menyerang lawan dengan menyebarkan informasi negatif tentang prilaku, latar belakang dan posisinya. Informasi ini disampaikan berulang-ulang. Bila informasi tersebut tidak bisa dibuktikan, kampanye negatif bisa cepat dicap ‘kampanye kotor’. Dalam sebuah kampanye negative, riset dan dokumentasi tentang lawan menjadi sangat penting.

Dalam konsepsi strategi, berkampanye adalah salah satu bentuk komunikasi efektif dalam voters gather, oleh suatu Partai Politik atau pasangan calon dalam suatu kancah pemilihan, yang ibaratnya sebagai sebuah kompetisi.

Menurut Scroeder, rencana kampanye harus mencakup dua belas hal, yaitu:
1. Meneliti dan menganalisa lawan politik dan perencanaan kampanyenya.
2. Penelitian jejak pendapat secara kuantitatif.
3. Aliansi politik
4. Promosi melalui media
5. Kampanye di jalan-jalan dan events
6. Humas melalui komunikasi informasi kepada media-media independent.
7. Kordinasi dan perencanaan waktu untuk kandidat.
8. Perencanaan keuangan
9. Fundraising
10. Administrasi dan Pembukuan.
11. Mobilisasi pada hari Pemilihan.
12. Perencanaan waktu

Diantara model strategi kampanye tersebut, biasa dilakukan suatu Partai menjelang pesta pemilu raya. Dari apa yang dapat penulis sampaikan, model-model strategi partai dalam konsepsi Scroeder, ataupun yang lain efektif untuk dipelajari, diperdalam, dan dipraktekkan parta-partai menjelang pemilu 2009. Khusus bagi partai-partai baru yang belum berpengalaman dalam mendulang suara konstituen, inilah saatnya untuk mulai belajar strategi politik agar eksistensi partainya yang dipertanyakan dapat dibuktikan.

Tags: 2009, Pemilu, Strategi

0 komentar:

SALAM REFORMASI
Saudara saudaraku bergabunglah bersama Partai Amanat Nasional dalam PEMILU 2009

Pesan

Asal Pengunjung